HELMI JAMHARIS
HIDUP bertetangga dapat diposisikan secara strategis, yakni ketika anggota komunitas itu memiliki orientasi pada tumbuh berkembangnya kesadaran hidup rukun saling membantu menuju terciptanya rasa bersatu menggapai tujuan hidup. Perilaku yang mereka tempuh mampu menyadarkan sekaligus membebaskan manusia dari beban berat yang menghimpit tatkala berhadapan dengan kesulitan yang membentang dihadapannya. Keberadaannya juga menghantarkan manusia menjadi tidak terasing, “menjadi ada” dalam bingkai kemasyarakatan yang saling membutuhkan.
Kesadaran semacam itu perlu terus dimunculkan karena saat manusia membentuk sebuah komunitas baru yang tidak memiliki hubungan kekerabatan, maka tetanggalah yang paling layak disebut sebagai saudara. Mereka secara fisik berdekatan menjadi tempat mengadu sekaligus berbagi suka dan duka. Kohesifitasnya yang kental mampu membawa peran strategis dalam mengarungi sebuah kehidupan bermasyarakat, yakni membantu mencukupi berbagai tuntutan kebutuhan yang sangat beragam. Dalam suka dan duka tetap memiliki kemanfaatan, simbiosis mutualistis. Sehingga sudah sepantasnya
senantiasa merevitalisasi diri berintrospeksi membangun komunitas bertetangga yang selaras, serasi dan seimbang demi terciptanya kerukunan dan kenyamanan hidup bermasyarakat. Menebar jiwa rendah hati dan semangat kasih sayang, suka bermusyawarah, tak ada sikap memusuhi, menang sendiri serta konflik berkepanjangan. Sebagaimana sabda Nabi Muhammad saw: Cintailah sesamamu yang di bumi niscaya kamu akan dicintai yang di langit.
Memuliakan tetangga merupakan kewajiban yang harus dilakukan oleh setiap rumah tangga agar tercipta sebuah masyarakat yang aman, tentram dan nyaman. Takdir menggariskan bahwa sekaya dan sesukses apapun manusia berkarya tidak akan mungkin mengelola kehidupannya secara individual tanpa dibantu rumah tangga yang berdekatan. Adanya perbedaan status, peran dan fungsi serta variasi keahlian akan menciptakan indahnya saling mengisi dan menghormati serta menjadi jalan bagi hadirnya rizqi. Keragaman justru mendorong manusia berkembang, kreatif dan inovatif dalam menggapai sebuah cita-cita luhur keluarga sejahtera.
Sebagai wujud memuliakan tetangga adalah bersikap rendah hati dan bermurah hati. Sifat rendah hati akan menyuburkan persaudaraan dan kasih sayang. Bagi yang mampu memiliki sikap semacam itu tidak akan menurunkan kewibawaan sementara bagi yang lain justru merasa terlindungi dan dihormati. Sedang sikap murah hati dan tidak menyombongkan diri merupakan personifikasi dan sifat lembah manah yang hanya terlahir dari akhlaqul karimah. Melalui peri laku semacam itu orang (tetangga) yang lemah akan optimis menghadapi kehidupan karena selalu mendapat perhatian, sebaliknya yang kuat akan semakin menyadari keterbatasan dan kekurangannya di mana tidak akan mampu menggapai kehidupan yang bahagia tanpa dibantu oleh para tetangga yang ada disekitarnya. Yang kaya juga semakin menyadari bahwa rizqi yang dimiliki sebagian memang menjadi hak orang lain yang membutuhkan.
Di tengah terjadinya gejolak masyarakat yang fluktuatif akibat adanya kebijakan pemerintah yang memberatkan masyarakat, kebersamaan bertetangga mutlak dibutuhkan. Sikap saling tolong menolong, mengulurkan tangan membantu meringankan beban keluarga kurang beruntung menjadi hal yang sangat diharapkan. Pasca kenaikan harga BBM 1 Oktober 2005 silam telah melahirkan kondisi yang menyedihkan bagi sebagian masyarakat kita. Banyak pabrik yang terpaksa memPHK karyawannya, masyarakat tiba-tiba menjadi miskin tidak memiliki daya beli dan terpaksa putus pendidikan di tengah jalan akibat ketidak-mampuan secara ekonomis. Sebagai bentuk empati sudah barang tentu diharapkan adanya kepedulian dan sikap bermurah hati dengan tetangga yang mengalami kesulitan kehidupannya. Hindari menutup kran aliran keberuntungan yang mestinya diperoleh warga kurang mampu.
Islam sebagai agama rahmatan lil ‘alamiin banyak mengajarkan kepada ummatnya untuk selalu mengembangkan sikap tolong menolong dan membantu tetangga yang miskin, lemah atau yatim piatu. Melalui sikap ini akan mempererat kekerabatan sekaligus akan meringankan beban hidup disamping sikap tersebut memang terpuji dan mulia. Dengan jelas Q.S. An Nisa’: 36 menjelaskan, “Dan berbuat baiklah kepada dua orang tua, kerabat, anak yatim, orang miskin, tetangga yang dekat dan jauh… Juga Hadits Riwayat Thabrani dan Abu Ya’la, “Tidak termasuk mukmin orang yang kenyang sedang tetangganya kelaparan.”
Kehidupan bertetangga akan terasa bermanfaat manakala mampu menjadi penyejuk hati dan pengisi kekurangan satu sama lain. Bukan sebaliknya merasa terganggu, tidak aman akibat ulah tetangganya. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW: “Tidak akan masuk ke dalam surga siapa saja yang tetangganya tidak aman dari gangguannya” (HR Muslim). Riwayat lain menyebutkan: Ya Rasulullah, siapakah yang paling utama di antara kaum muslim? Beliau menjawab, Orang yang kaum muslim lainnya merasa selamat dari gangguan lidah dan tangannya” (HR. Bukhari-Muslim).
Dalam banyak ayat dan hadits, memperhatikan fihak lain telah ditunjukkan secara nyata dengan bingkai kewajiban shodaqoh, menafkahkan sebagian rizki yang telah diterimanya. (Q.S. Al Baqarah : 3, Al Lail: 5, Al lmran: 134), larangan sewenang-wenang terhadap anak yatim dan peminta-minta (Q.S. Al Dhuha: 9), pemaaf dan mengajak amar ma’ruf (Al A’raf: 199), dll. Nabi Muhammad pun sebagai figur suri tauladan telah memberikan banyak contoh agar senantiasa menyayangi tetangga, melarang acara walimahan hanya mengundang orang tertentu (kaya) serta melarang mengolok-olok dengan bahasa yang tidak disukai dan tidak pula menggunjing dan memfitnah tetangga.
Sebuah hadits riwayat Muslim, Rasulullah bersabda: “Barangsiapa melepaskan diri orang mukmin satu kesusahan dari kesusahan-kesusahan di dunia, pasti Allah akan melepaskan dirinya satu kesusahan dari kesusahan-kesusahan pada hari kiamat. Dan barangsiapa menolong yang mengalami kesulitan, pasti Allah akan menolongnya di dunia dan di akhirat.”
Semoga kita termasuk orang-orang yang senantiasa merevitalisasi kehidupan bertetangga untuk menuju masyarakat yang baldatun thoyyibatun wal rabun ghafuur. Amin
« Problem Kado Nikah Berupa Uang | Israelis raid Hezbollah base »